Kamis, 04 Desember 2008

HAUS & LAPAR

Dari awal ciptaan manusia, Allah menjadikan segala sesuatu sempurna. Tetapi pemberontakan Lucifer di surga telah merusak buatan Allah di surge dan di bumi. Penebusan oleh tuhan Yesus bertujuan memulihkan manusia menjadi sempurna seperti semula lagi, tak bercacat dan tak berkerut. Karena itu Tuhan berkata; “ Hendaklah kamu sempurna seperti Bapamu sempurna”.

Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Matius 5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?

Tetapi pada saat sekarang belum terealisasi dikarenakan banyak gereja – gereja sekarang ditanamkan pikiran – pikiran tentang kelemahan – kelemahan / ketidaklayakan.

            Kalau saja semua orang percaya disadarkan akan keharusan itu dan mau mencapai kesempurnaan Bapa, dan segala keinginan – keinginan duniawi yang selama ini mengisi haidupnya, maka akan terasa sekali kekosongan yang amat besar untuk diisi dengan kepenuhan-Nya. Dibutuhkan kesadaran untuk mau mengosongkan dirinya dari segala keinginan – keinginan duniawi untuk mencapai kesempurnaan Bapa. Kalau dahulu Tuhan Yesus telah mengosongkan diri-Nya untuk menjadi manusia 100% demi untuk menebus kita menjadi milik-Nya, sekarang sudah seharusnya kita mau mengosongkan diri dari kemanusiaan kita agar menjadi sama seperti Dia, Anak Allah dengan kepenuhan Allah-Nya juga.

Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.

            Tujuan utama kita dibentuk di dunia adalah masalah menjadi sepenuh Kristus
(sempurna seperti Yesus), bukan dalam hal mengerjakan pekerjaan – pekerjaan pelayanan! Pelayanan dan pekerjaan itu adalah sarana agar anda dilatih dan disempurnakan menjadi seperti Dia, bukan sebaliknya.

Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.

 

Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.

 

            Kesadaran akan target yang harus dicapai akan membangkitkan kehausan dan kelaparan akan kebenaran dan merupakan dorongan dari dalam hati untuk menjadi sempurna. Sebaliknya merasa puas dengan keadaan rohani yang sudah dicapai, menyebabkan orang mengalami stagnasi, menghabiskan waktu hidupnya untuk kepuasaan hal – hal kedagingan saja.

Amos 8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.

 

Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan

 

            Seseorang baru dapat berkata bahwa ia diutus Tuhan, bila ada perjumpaan pribadi dengan Tuhan, baik melalui penglihatan atau mendengar suara-Nya. Persekutuan dengan Tuhan secara intim member peluang akan pengalaman seperti ini.

Banyak orang mencari ilmu dan pendidikan tinggi di dunia tanpa mengerti bahwa Tuhan Yesus sebenarnya menawarkan system pendidikan surgawi untuk mendidik manusia dengan cara Allah seperti dahulu ketika mengajar Adam dan Hawa setiap hari di Firdaus. Universitas Terbuka dan Cuma – Cuma, karena Ia sendiri yang telah membayar harga pendidikan itu di kayu salib. Bukan pengetahuan dunia yang diajarkan tetapi pelajaran dengan setara pendidikan Anak Allah. Ia memulihkan kembali program pendidikan yang dahulu diberikan-Nya kepada Adam di taman Firdaus pada ketika hari – hari sejuk.

Sesudah manusia jatuh dalam dosa, Ia masih berusaha “memuridkan” manusia, dan tercatat hanya seorang murid saja yang tamat pelajaranya, yakni Henokh.

Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Yohanes 6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.

Lukas 6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya

Yohanes 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

 

            Banyak orang telah belajar mencari kehendak Allah dan dalam banyak hal dengan menyaksikan bahwa Tuhan telah memimpin mereka dengan memberikan jawaban dan petunjuk melalui Firman Tuhan. Namun berapa kali mereka gagal dalam usaha mencari kehendak Tuhan itu sering tak diceritakan dengan terbuka. Dimana letak kegagalan – kegagalan itu/

 

Ada 2 hal yang menjadi alas an kegagalan mereka: Pertama, cara Tuhan berbicara kepada mereka ketika menjawab doa mereka, sama seperti ketika Tuhan berbicara kepada Miriam dan Harun, bukan seperti kepada Musa. (Tergantung seberapa haus dan lapar anda sehingga menentukan kelas/level kedekatan dengan Tuhan) Kedua, mereka mulai dengan gagasan/ide sendiri lalu minta persetujuan Tuhan untuk mencapai rancangannya itu. Bukan mulai dengan dengan mengosongkan diri sendiri dari keinginan dan rancangan pribadi, lalu pasang telinga untuk mendengar rancangan dan rencana tuhan.

Penggunaan otak manusia baik untuk mengartikan ‘teka – teki’ atau menginterpretasikan jawaban – jawaban Tuhan maupun untuk mengarang gagasan atau rencana sebelum meminta petunjuk Tuhan itu, memberi kesempatan untuk kesalahan – kesalahan masuk sehingga kehendak Allah itu tidak murni. Mendengar Tuhan dari dalam intuisi itu lebih menjamin kebenaran pernyataan kehendak Allah, karena anda melatih untuk mendengar suara hati tanpa memakai pikiran anda sendiri.

 

Bilangan 12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. 8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"

 

Mazmur 143:10 Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!

(Doa ini yang membuat Daud berkenan dihadapan Allah.)

 

Bless U All,


Rabu, 03 Desember 2008

PENGHALANG BERKAT

Pundi Berlubang

Hagai 1 : 5 - 6

5Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. 9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. 10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya,

 

2.      Dosa Kejahatan

 

Yesaya 59 : 1 – 2

59:1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu

7 Hal Tentang Berkat :

 

1.       Kepahitan yang harus segera dibereskan

 

Markus 11 : 25 – 26

25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 26 [Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu.]

 

2.      Ikatan Kutuk yang harus segera dipatahkan

 

Gal 3 : 13 – 14

13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!" 14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

 

Contoh Perbuatan yang membuahkan Kutuk :

-          Joint bisnis dengan orang yang tidak seiman (2 taw 20 : 37)

-          Menikah dengan orang yang belum percaya kepada tuhan Yesus

-          Pernah menggugurkan anak/ keguguran

-          Pernah ke dukun / memanggil arwah (Kel 18 : 10)

-          Salah berkata mendatangkan kutuk

 

Solusinya :

 

-          Perbaiki dan nyatakan hubungan anda dengan Tuhan

-          Minta ampun atas dosa pribadi dan nenek moyang

-          Putuskan hubungan batin dengan nenek moyang / semua  leluhur

-          Musnahkan semua barang tumpas dan jimat termasuk buku okultisme

-          Minta kepada pendeta/ gembala anda untuk pelayanan doa dan pelepasan

 

3.       Pikiran Taurat yang harus diganti dengan Pikiran Anugrah/Kristus

 

Efesus 2 : 6 – 7

6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, 7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.


4.       Persepuluhan

 

Maleakhi 3 : 10

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 11 Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman TUHAN semesta alam.

 

5.      Hubungan Keluarga 

 

Efesus 5 : 22 – 23

22 Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, 23 karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Dialah yang menyelamatkan tubuh.

 

Efesus 5 : 28 – 29

28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

 

Mazmur 133 : 1 – 3

1 Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun! 2 Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya. 3 Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.

 

6.       Dewasa Rohani

 

Gal 4 : 1 – 4

1 Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu; 2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya. 3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia. 4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

 

7.      Berdialog dengan Allah

 

1 Samuel 15 : 22

Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.


Bless U

Pemalang, 03 Desember 08

Selasa, 02 Desember 2008

INTIM DENGAN TUHAN

Intim  (Dlm Kamus bahasa Indonesia) = Rapat/ Karib/ Akrab Sekali

Kejadian 1:26; Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."


Di kitab kejadian dikatakan bahwa manusia pada waktu itu Adam dijadikan menurut gambar dan rupa Allah, pada waktu itu komunikasi terjalin dengan rapatnya (kej 3 : 8), tetapi kemudian karena bujukan Iblis/Ular, Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, dosa pemberontakan, membuat mereka terkena kutuk (Kej 3 : 15 – 19). Akibat dari manusia kena Kutuk maka kemuliaan Allah Hilang dan komunikasi dengan Allah pun terputus.


Yohanes 3 : 16 - 18

16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.

 

Allah Bapa mengutus AnakNya untuk menebus manusia….

 

Roma 3 : 23 - 24

23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.

 

Bahkan kita bukan hanya sekedar ditebus dari segala dosa, tetapi kita juga kemudian diangkat menjadi Anak Allah…

 

Galatia 4 : 4 – 7

4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. 5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak. 6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!" 7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah..

 

Kita bisa menjadi seperti sekarang ini karena Bapa. Dia yang menarik kita mendekat pada Yesus,

 

Yohanes 6 : 44 – 45

44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman. 45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku. 


Apa Tujuan keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus dengan mati di kayu salib?

Mengembalikan Hubungan yang terputus dengan Allah!

Kekurangan terbesar dari kepercayaan kita adalah Memerlukan Allah lebih lagi. Kita menerima keselamatan sebagai karunia-Nya dan kita tidak mengetahui bahwa tujuan satu – satunya dari keselamatan itu adalah mengembalikan kita dalam hubungan yang intim dengan Allah sebagaimana tujuan penciptaan kita, yang mana kemuliaan membawa kita pada kekekalan akan ditemukan. Hanya itulah kehidupan rohani yang benar yang akan membawa kita setiap hari lebih dekat lagi kepada Allah dan yang membuat kita melepaskan segalanya untuk mendapatkan Dia lebih lagi.

 

Carilah Tuhan.

 

Yeremia 29 : 13 – 14

13 apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, 14 Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan memulihkan keadaanmu dan akan mengumpulkan kamu dari antara segala bangsa dan dari segala tempat ke mana kamu telah Kuceraiberaikan, demikianlah firman TUHAN, dan Aku akan mengembalikan kamu ke tempat yang dari mana Aku telah membuang kamu.

 

Mazmur 84:11;  Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

 

Saudara, Yesus ketika berada di bumi saja selalu berdoa kepada Bapa-Nya, walau sesibuk apapun dalam melayani orang tetapi Ia tidak lupa untuk terus BERSEKUTU dan BERINTIM dengan Bapa.

 

Matius  14 : 23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.

 

2 Korintus 3 : 17 - 18

17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. 18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

 

Tak Kenal Maka Tak Sayang!

 

Mengenali orang lain tentu dengan cara kita bergaul dan akrab dengan orang tersebut, jika kita telah mengetahui dan mengenal lebih dalam orang tersebut apalagi Tuhan kita, pasti akan timbul rasa sayang. Setelah rasa sayang timbul, kitapun akan selalu berintim – intiman dengan orang tersebut bukan? Akhirnya, apapun akan kita lakukan untuk orang yang kita kenal itu.

Kenal Tuhan Yesus àSayang à Taat Firman

 

Yohanes 14 : 21, 23

21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

 

Dan yang pasti, jika semakin kita mengasihi Yesus, maka kita akan semakin membenci DOSA!

 

1 Yohanes 3 : 8 – 9

8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. 9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

 

Belajar berdoa seperti Paulus

 

Efesus 1 : 17 – 19

17 dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. 18 Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, 19 dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,

 

Setelah itu saudara, anda tinggal menikmati janji yang Tuhan telah berikan :

 

Yohanes 15 : 5,7

5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. 7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

 

BLESS U ALL,                                         

Pemalang, 03 Desember 08

Senin, 01 Desember 2008

refleksi penduduk solomon

Disini anda bisa membaca pengajaran, artikel dan sharing segala hal yg berhubungan dengan YESUS, karna Dialah sumber segalanya...., semua adalah milikNya.... GBU

Kali ini, saya ingin bercerita tentang salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan.

Nah, penduduk primitif yang tinggal di sana punya sebuah kebiasaan yang menarik yakni meneriaki pohon.

Untuk apa ? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak.

Inilah yang mereka lakukan, jadi tujuannya supaya pohon itu mati. Caranya adalah, beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada dibawah pohon, mereka akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu. Mereka lakukan teriakan berjam-jam, selama kurang lebih empat puluh hari. Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan.
Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering. 
Setelah itu dahan-dahannya juga mulai rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan mudah ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini?

Ooow, sangat berharga sekali! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahkluk hidup tertentu maka berarti Anda sedang MEMATIKAN ROH.

Pernahkah Anda berteriak pada anak Anda ?
Ayo cepat!
Dasar lelet!
Bego banget sih! Begitu aja nggak bisa dikerjakan?
Jangan main-main disini!
Berisik !

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati?
Saya nyesal kawin dengan orang seperti kamu tahu nggak! Bodoh banget jadi laki/bini nggak bisa apa-apa !
Aduuuuh, perempuan kampungan banget sih!? 
Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya :
Stupid, soal mudah begitu aja nggak bisa!. Kapan kamu jadi pinter?! Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesal, Eh tahu nggak?! Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel!
Ada banyak yang bisa gantiin kamu! Sial! Kerja gini nggak becus? Ngapain gue gaji elu?

Ingatlah! Setiap kali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang diajarkan oleh penduduk kepulauan Solomon ini.

Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita mulai berteriak, kita mulai
mematikan roh pada orang yang kita cintai dan juga memadamkan roh kita sendiri.
Kita juga mematikan roh yang mempertautkan hubungan kita.

Teriakan-teriakan, yang kita keluarkan karena emosi-emosi kita perlahan-lahan,
pada akhirnya akan membunuh roh yang telah melekatkan hubungan kita.

Jadi, ketika masih ada kesempatan untuk berbicara baik-baik, cobalah untuk
mendiskusikan mengenai apa yang Anda harapkan.

Coba kita perhatikan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh
jaraknya, bukan ?

Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan
teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter.

Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat
tapi sebenarnya hati mereka begitu jauh. Itulah sebabnya mereka harus
saling berteriak!

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai serta mematikan roh orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam,benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin roh KITA dan orang yang kita sayangi tetap tumbuh, berkembang dan tidak mati, janganlah menggunakan teriakan-teriakan.

Tapi, sebaliknya apabila Anda ingin segera membunuh roh orang lain ataupun roh hubungan Anda, selalulah berteriak.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang Anda akan terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya.

Saatnya sekarang, kita coba ciptakan kehidupan yang damai, tanpa harus berteriak-teriak untuk mencapai tujuan kita.

GBU...



Me & Jesus