Dari awal ciptaan manusia, Allah menjadikan segala sesuatu sempurna. Tetapi pemberontakan Lucifer di surga telah merusak buatan Allah di surge dan di bumi. Penebusan oleh tuhan Yesus bertujuan memulihkan manusia menjadi sempurna seperti semula lagi, tak bercacat dan tak berkerut. Karena itu Tuhan berkata; “ Hendaklah kamu sempurna seperti Bapamu sempurna”.
Kejadian 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
Matius 5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
Tetapi pada saat sekarang belum terealisasi dikarenakan banyak gereja – gereja sekarang ditanamkan pikiran – pikiran tentang kelemahan – kelemahan / ketidaklayakan.
Kalau saja semua orang percaya disadarkan akan keharusan itu dan mau mencapai kesempurnaan Bapa, dan segala keinginan – keinginan duniawi yang selama ini mengisi haidupnya, maka akan terasa sekali kekosongan yang amat besar untuk diisi dengan kepenuhan-Nya. Dibutuhkan kesadaran untuk mau mengosongkan dirinya dari segala keinginan – keinginan duniawi untuk mencapai kesempurnaan Bapa. Kalau dahulu Tuhan Yesus telah mengosongkan diri-Nya untuk menjadi manusia 100% demi untuk menebus kita menjadi milik-Nya, sekarang sudah seharusnya kita mau mengosongkan diri dari kemanusiaan kita agar menjadi sama seperti Dia, Anak Allah dengan kepenuhan Allah-Nya juga.
Markus 8:34 Lalu Yesus memanggil orang banyak dan murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
Tujuan utama kita dibentuk di dunia adalah masalah menjadi sepenuh Kristus
(sempurna seperti Yesus), bukan dalam hal mengerjakan pekerjaan – pekerjaan pelayanan! Pelayanan dan pekerjaan itu adalah sarana agar anda dilatih dan disempurnakan menjadi seperti Dia, bukan sebaliknya.
Efesus 4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, 14 sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.
Yohanes 1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia; 17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
Kesadaran akan target yang harus dicapai akan membangkitkan kehausan dan kelaparan akan kebenaran dan merupakan dorongan dari dalam hati untuk menjadi sempurna. Sebaliknya merasa puas dengan keadaan rohani yang sudah dicapai, menyebabkan orang mengalami stagnasi, menghabiskan waktu hidupnya untuk kepuasaan hal – hal kedagingan saja.
Amos 8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
Matius 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan
Seseorang baru dapat berkata bahwa ia diutus Tuhan, bila ada perjumpaan pribadi dengan Tuhan, baik melalui penglihatan atau mendengar suara-Nya. Persekutuan dengan Tuhan secara intim member peluang akan pengalaman seperti ini.
Banyak orang mencari ilmu dan pendidikan tinggi di dunia tanpa mengerti bahwa Tuhan Yesus sebenarnya menawarkan system pendidikan surgawi untuk mendidik manusia dengan cara Allah seperti dahulu ketika mengajar Adam dan Hawa setiap hari di Firdaus. Universitas Terbuka dan Cuma – Cuma, karena Ia sendiri yang telah membayar harga pendidikan itu di kayu salib. Bukan pengetahuan dunia yang diajarkan tetapi pelajaran dengan setara pendidikan Anak Allah. Ia memulihkan kembali program pendidikan yang dahulu diberikan-Nya kepada Adam di taman Firdaus pada ketika hari – hari sejuk.
Sesudah manusia jatuh dalam dosa, Ia masih berusaha “memuridkan” manusia, dan tercatat hanya seorang murid saja yang tamat pelajaranya, yakni Henokh.
Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
Yohanes 6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
Lukas 6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya
Yohanes 16:12 Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. 13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Banyak orang telah belajar mencari kehendak Allah dan dalam banyak hal dengan menyaksikan bahwa Tuhan telah memimpin mereka dengan memberikan jawaban dan petunjuk melalui Firman Tuhan. Namun berapa kali mereka gagal dalam usaha mencari kehendak Tuhan itu sering tak diceritakan dengan terbuka. Dimana letak kegagalan – kegagalan itu/
Ada 2 hal yang menjadi alas an kegagalan mereka: Pertama, cara Tuhan berbicara kepada mereka ketika menjawab doa mereka, sama seperti ketika Tuhan berbicara kepada Miriam dan Harun, bukan seperti kepada Musa. (Tergantung seberapa haus dan lapar anda sehingga menentukan kelas/level kedekatan dengan Tuhan) Kedua, mereka mulai dengan gagasan/ide sendiri lalu minta persetujuan Tuhan untuk mencapai rancangannya itu. Bukan mulai dengan dengan mengosongkan diri sendiri dari keinginan dan rancangan pribadi, lalu pasang telinga untuk mendengar rancangan dan rencana tuhan.
Penggunaan otak manusia baik untuk mengartikan ‘teka – teki’ atau menginterpretasikan jawaban – jawaban Tuhan maupun untuk mengarang gagasan atau rencana sebelum meminta petunjuk Tuhan itu, memberi kesempatan untuk kesalahan – kesalahan masuk sehingga kehendak Allah itu tidak murni. Mendengar Tuhan dari dalam intuisi itu lebih menjamin kebenaran pernyataan kehendak Allah, karena anda melatih untuk mendengar suara hati tanpa memakai pikiran anda sendiri.
Bilangan 12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. 7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. 8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
Mazmur 143:10 Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata!
(Doa ini yang membuat Daud berkenan dihadapan Allah.)
Bless U All,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar